Senin, 12 Mei 2014

Paul Allen, "Idea Man" di Balik Sejarah Microsoft

KOMPAS.com - Sebagai salah satu pendiri Microsoft, sosok Paul Gardner Allen memang tidak setenar Bill Gates. Tetapi kiprahnya di dunia bisnis tidak kalah dari rekannya itu. Miliarder cerdas ini tak hanya merambah industri teknologi, tetapi juga industri penerbangan, musik, dan olahraga. Dia pun aktif dalam kegiatan sosial.


Petualangan Allen bersama Bill Gates bermula di suatu musim dingin pada tahun 1974. Saat itu, Allen yang baru 21 tahun membeli edisi terbaru majalah teknologi, Popular Electronics. Isi majalah itu begitu menarik, sehingga Allen dengan semangat menunjukkannya kepada sahabatnya, Gates.

Majalah itu mengulas soal Altair 8800, PC (personal computer) pertama di dunia. Saat itu belum ada software apapun yang bisa dijalankan dengan Altair. Allen tahu bahwa dia dan Gates jago dalam hal pemrograman. Tanpa pernah menyentuh Altair secara langsung, mereka berdua menulis bahasa pemograman untuk Altair. Kolaborasi kedua jenius ini menghasilkan BASIC.

Singkat cerita, pada tahun 1975, Allen dan Gates mendapatkan kontrak untuk memasok BASIC sebagai software pengisi Altair. Lahirlah Microsoft. Sejarah kelahiran Microsoft ini dipaparkan secara lengkap oleh Allen sendiri lewat buku berjudul Idea Man.

Bagi banyak orang, sosok Bill Gates terlihat dominan di Microsoft. Tetapi, Allen pun memiliki peran yang tak kalah penting dalam sejarah Microsoft. Allen bahkan bisa dibilang sebagai 'otak' atau idea man di balik sejarah perusahaan software itu. Dengan pengetahuannya dalam soal infrastruktur pengembangan software, Allen telah menciptakan beragam perlengkapan yang mendukung bisnis Microsoft.

Pada tahun 1977, ketika Apple merilis komputer Apple II yang dilengkapi dengan prosesor yang belum kompatibel dengan software Microsoft, Allen mendapatkan ide untuk mengembangkan sebuah kartu plug-in.

Allen dan Gates, bersama rekan mereka, Tim Paterson dari Seattle Computer Products, lantas menciptakan Z-80 SoftCard alias Microsoft Softcard. Dengan kartu plug-in itu, software yang ditulis untuk perangkat non-Apple bisa dijalankan di komputer Apple.

Tak hanya itu. Peran Allen juga besar dalam menciptakan kerja sama antara Microsoft dengan IBM. Ketika IBM mencari sistem operasi untuk mengisi perangkat komputernya, Microsoft belum memiliki sistem operasi apapun. Saat itu, Allen dan Gates baru membuat coding dan mengembangkan bahasa pemrograman. Sementara di Seattle, ada sebuah perusahaan software kecil yang telah mengembangkan sistem operasi dasar, yakni QDOS, singkatan dari Quick and Dirty Operating System.

Allen yang memiliki kontak perusahaan itu, dengan sigap melakukan negosiasi untuk membeli hak cipta QDOS. Microsoft lalu mengembangkan QDOS menjadi MS-DOS (Microsoft Disk Operating System), untuk kemudian ditawarkan kepada IBM. Komputer IBM kemudian menjadi standar dalam industri komputer, sementara MS-DOS menjadi sistem operasinya. Microsoft semakin berkembang dan mendapatkan profit dari kerja sama ini.

Petualangan Allen bersama Gates di Microsoft hanya berlangsung selama 8 tahun. Pada tahun 1983, Allen mengundurkan diri dari perusahaan yang dia bangun karena 2 alasan. Pertama, dia mengidap penyakit sejenis kanker, yakni Hodgkin lymphoma. Kedua, dia dan Gates mulai mengalami ketidakcocokan sehingga tidak bisa bekerja sama lagi.

Selepas dari Microsoft, Allen melakukan banyak hal. Dia membangun perusahaan investasi Vulcan Inc., membeli tim basket Portland Trail Blazers dan tim football Seattle Seahawks. Allen pernah berinvestasi di America Online (AOL) dan studio film DreamWorks. Dia juga mendirikan Allen Institute for Brain Science, dan sebuah perusahaan penerbangan, yakni Stratolaunch Systems.

Allen, dengan kekayaannya sebesar 15 miliar dollar AS, menempati peringkat ke-20 dalam Forbes 400 yang dirilis oleh Majalah Forbes pada bulan September 2012. Forbes 400 adalah daftar yang berisi 400 orang terkaya di Amerika Serikat.

Benarkah Google Glass Bisa Jadi Alat Intip?

KOMPAS.com — Setelah kali pertama diperkenalkan pada 2012 lalu, perangkat kacamata pintar Google Glass dengan cepat memperoleh reputasi sebagai alat mata-mata karena mampu merekam gambar secara diam-diam.


Seorang eksekutif Google, Astro Teller, kepala proyek Moonshot di Google X, mencoba menampik anggapan yang sudah menyebar luas ini.

"(Google Glass) adalah kamera mata-mata terburuk di dunia. Ia hanya mengarah sesuai dengan pandangan pengguna, lalu menyala ketika mengambil gambar sehingga sulit dipakai sebagai kamera mata-mata," ujar Teller ketika berbicara dalam konferensi TechCrunch Disrupt, sebagaimana dikutip oleh TechRadar.

"Kalau Anda ingin memata-matai orang, saya bisa menganjurkan perangkat lain," lanjut Teller sambil memberikan contoh "alat mata-mata" semacam smartwatch dan kamera mungil yang bisa dipasang di kancing baju.

Teller juga berusaha membantah persepsi bahwa Google Glass bisa mengalihkan perhatian pemakainya dari dunia nyata sehingga tidak acuh terhadap lingkungan sekitar.

Dia mengatakan bahwa Google berusaha menjadikan Glass sebagai alat yang membantu pengguna menyatukan dunia nyata dengan dunia digital, bukan sebaliknya.

"(Visi masa depan) dari Google Glass adalah mengharmoniskan dunia nyata dan digital… Untuk memberikan jalan bagi pengguna agar secara alamiah dan elegan berada di dunia nyata dan digital pada saat bersamaan," kata Teller.

Teller berharap, suatu hari nanti Google Glass bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, seperti halnya kacamata sungguhan ketika mulai digunakan 700 tahun yang lalu.

Sejauh ini, di negeri asalnya, Amerika Serikat, Google Glass telah memancing kontroversi, antara lain karena dikhawatirkan bisa melanggar privasi dengan dipakai merekam diam-diam.

Suatu ketika, seorang pengunjung bioskop pernah digelandang ke luar hanya karena menonton film dengan mengenakan Google Glass. Pengguna perangkat tersebut bahkan beberapa kali dilaporkan mengalami serangan fisik oleh orang lain yang kurang nyaman dengan kehadiran perangkat tersebut.

Iklan Samsung Cibir Kamera iPhone 5S

KOMPAS.com - Samsung mengeluarkan iklan TV pertamanya di pasar Amerika Serikat (AS) untuk smartphone Galaxy S5, Jumat (25/4/2014). Kali ini, Samsung menonjolkan kemampuan kamera dan fitur tahan air.


Yang menarik, dalam video iklan durasi 60 detik tersebut, Samsung membandingkan kualitas kamera Galaxy S5 yang resolusinya disebut dua kali lipat dibanding resolusi kamera milik iPhone.

Samsung bahkan menyandingkan Galaxy S5 miliknya dengan iPhone 5s dalam iklan video tersebut, untuk membandingkan besaran resolusi yang ditampilkan di layar masing-masing. Samsung juga terang-terangan menyebut kata "iPhone" dalam video tersebut.

Walau dari sisi spesifikasi, fakta tersebut memang benar di atas kertas, namun situs Techcrunch, juga menyebut bahwa pengalaman penggunaan juga berperan penting.

Samsung Galaxy S5 sendiri memiliki spesifikasi kamera dengan sensor 16 megapixel, sementara iPhone 5s hanya 8 megapixel.

Iklan tersebut lebih banyak menceritakan detil kamera Galaxy S5, seperti cara meningkatkan kualitas sebelum mengambil foto, atau memilih fokus yang diinginkan setelah foto diambil.

Kamera iPhone selama ini dikenal mendapatkan ulasan yang lebih bagus, setidaknya dalam penggunaan sehari-hari.

Kamera Galaxy S5-nya sendiri mendapat pujian beberapa pengamat, namun baru-baru ini mendapat komplain dari para penggunanya. Menurut laporan, keterangan "Camera Failure" di layar muncul secara acak di beberapa ponsel Galaxy S5.

Dalam iklan, selain menonjolkan fitur kameranya, Samsung juga memamerkan fitur-fitur lain yang dimiliki Galaxy S5, antara lain fitur tahan air, monitor denyut jantung, dan kemampuan terkoneksi dengan wristband Samsung Gear Fit.

Penjualan Galaxy S5 sendiri diklaim Samsung lebih bagus dibanding pendahulunya. Di saat peluncurannya saja, Galaxy S5 terjual dua kali lipat lebih banyak dibanding Galaxy S4 pada tahun 2013 di beberapa pasar.

Iklan yang dibuat oleh Samsung itu bisa dilihat di kanal YouTube Samsung Mobile USA, atau melalui tautan berikut ini.

Nikon D7100, Kamera DLSR "Bebas Buram"

KOMPAS.com - Lebih dari dua tahun setelah kemunculan kamera DSLR enthusiast populer Nikon D7000, pembuatnya kini telah menelurkan penerus berupa kamera Nikon D7100.


Dibalik nama yang mirip dengan pendahulunya itu, D7100 membawa sejumlah perubahan besar.

Salah satunya yang paling mendapat penekanan, kamera ini dilengkapi sensor 24 megapixel tanpa filter low-pass (anti-aliasing), seperti pada kamera full-frame Nikon D800E.

Filter low-pass pada sensor digunakan untuk menekan efek Moire dengan cara sedikit "memburamkan" gambar digital yang ditangkap.

Efek visual yang tidak dikehendaki ini biasanya muncul ketika sensor menangkap obyek dengan detail halus berjumlah banyak dan merata, misalnya pola jahitan benang pada baju.

Nah, dengan membuang filter Low-pass, Nikon mengklaim D7100 sanggup menghasilkan foto yang terlihat lebih tajam, tanpa efek "buram halus" dari filter tersebut.

Fitur baru yang tak kalah menarik adalah mode Crop 1,3x di mana Nikon D7100 hanya akan menggunakan sebagian area sensor bagian tengah untuk mengambil gambar (cropping) sehingga seolah-olah tampak seperti menambah Focal Length lensa sebesar 1,3x aslinya. Efek yang sama seperti memasang lensa full-frame pada body APS-C.

Pada mode Crop 1,3x ini, cakupan titik-titik AF yang jumlahnya mencapai 51 buah pada D7100 (15 cross-type, titik tengah mampu bekerja hingga F8) menjadi lebih memenuhi frame sehingga diklaim ideal untuk fotografer olahraga.

Adapun resolusi pada mode Crop 1,3x dipertahankan pada angka 15,4 megapixel, sementara Burst Rate naik dari angka default sebesar 6 FPS menjadi 7 FPS.

Perubahan-perubahan lainnya termasyk layer LCD yang lebih bear (3,2 inci), viewfinder dengan lampu OLED, mikrofon stereo, dan spot white balance lewat live view.

Nikon D7100 dijadwalkan mulai tersedia bulan Maret mendatang dengan harga 1599 dollar AS untuk versi dengan lensa AF-S DX Nikkor 18-105 dan 1199 untuk versi body-only.

Apple Patenkan "Kamera Super" untuk iPhone

KOMPAS.com - Selagi produsen lain berlomba menjejali sensor kamera pada smartphone masing-masing dengan "megapixel" yang lebih tinggi, Apple tetap bertahan dengan resolusi 8 megapixel sejak iPhone 4S yang dirilis 2011 lalu.


Namun, iPhone di masa depan boleh jadi akan bisa menangkap gambar resolusi tinggi tanpa memerlukan sensor kamera dengan "megapixel besar".

Kemungkinan itulah yang diperlihatkan lewat sebuah paten teknologi yang dipublikasikan oleh Apple hari Kamis (8/4/2014) kemarin. Dokumen paten yang dilansir Cult of Mac tersebut mendeskripsikan kamera dengan mode "super-resolution".


Mode ini bekerja dengan cara mengambil banyak gambar sekaligus dalam waktu yang sangat singkat. Masing-masing gambar tersebut diambil dengan sudut yang sedikit berbeda, memanfaatkan fasilitas optical image stabilization (OIS).

Gambar-gambar tersebut lantas digabungkan menjadi hasil akhir yang memiliki resolusi lebih tinggi dibandingkan resolusi asli sensor kamera yang digunakan.

Sebuah prosesor sentral -seperti Apple A7 pada iPhone 5S- mengendalikan keseluruhan mekanisme pengambilan gambar, bersama sensor posisi dan aktuator untuk menggerakkan OIS.

Tentu, seperti halnya teknologi lain yang dipatenkan, belum tentu kamera "super resolution" tersebut akan benar-benar terwujud dalam bentuk produk jadi. Paten itu sendiri diajukan pada November 2012 atas nama Engineering Manager Richard L. Baer dan Camera Software Engineer Damien J Thivent.

Meja yang Rapi, Kiat Sukses Bill Gates

KOMPAS.com - Meja kerja yang berantakan ternyata bukan cuma menunjukkan bahwa Anda malas bersih-bersih. Terbiasa membiarkan barang berantakan di atas meja kerja juga mengecilkan kemungkinan untuk meraih sukses di tempat kerja, demikian menurut penelitian National Health Service.


Jayne Morris, life coach dari NHS, mengatakan bahwa meja yang berantakan menunjukkan pikiran pemiliknya yang juga berantakan. Mereka yang bekerja di tengah-tengah kesemrawutan juga kecil kemungkinannya untuk menuntaskan pekerjaan, dan kelak jadi kurang sukses. Hal yang sama juga berlaku jika rumah atau kantor Anda acak-acakan, dan hanya menyimpan barang-barang di gudang.

"Meja yang tidak rapi penuh timbunan barang bisa menghambat Anda meraih kesuksesan yang Anda inginkan," ujar Morris.

Ada beberapa orang yang menjadi contoh dari analisa Morris ini. Bos Microsoft, Bill Gates, juga Richard Branson dan Donald Trump, juga dikenal sebagai orang yang sangat rapi. Morris, yang pernah bekerja dengan banyak tokoh terkenal, menambahkan, "Membersihkan timbunan barang dari meja memiliki kekuatan untuk mengubah bisnis Anda. Karena kekacauan di lingkungan luar Anda merupakan manifestasi fisik dari seluruh kekacauan yang ada dalam diri Anda."

Yang lebih penting, menurut Morris perempuan jatuh lebih berantakan ketimbang pria. Sebab, perempuan lebih suka menyimpan barang-barang "prentilan", dan butuh komitmen lebih besar untuk merapikan mejanya. Padahal, nggak susah kok membiasakan diri untuk merapikan meja kerja.

Apa saja yang sudah tidak terpakai seharusnya tidak disimpan di laci atau di atas meja, tetapi langsung dibuang. Menyimpan rongsokan di gudang, garasi, atau tempat apa pun di rumah, juga tidak membantu karena masih akan membuat Anda mengingatnya. Sebaliknya, membereskan meja dan filing cabinet di kantor setiap hari, akan langsung memberikan pengaruh positif untuk Anda.

"Hal-hal yang berguna dan menambahkan nilai dalam hidup Anda, akan memberikan energi positif yang bisa memperkaya kehidupan Anda," tambah Morris. Sebaliknya, hal-hal yang tidak Anda sukai, tidak pernah digunakan, dan tidak diperlukan lagi memiliki efek yang berlawanan pada energi Anda. Pendek kata, hal-hal yang tidak berguna untuk Anda hanya akan menguras energi Anda.

Sudah Siapkah Kalian Untuk Konser Hatsune Miku? MikuExpo Akan Hadir di Jakarta!



Setelah lama dinanti-nanti, akhirnya Hatsune Miku akan datang ke Indonesia! Acara yang bertajuk MikuExpo ini pasti akan memuaskan para penggila Miku dan Vocaloid di Indonesia!


Official Facebook Page dari Hatsune Miku mengumumkan beberapa saat lalu bahwa Jakarta meraih suara terbanyak dalam voting “Help Us Find You” di MIKUBOOK.com, dan Miku menepati janjinya dengan acara “HATSUNE MIKU EXPO 2014 in Indonesia”!

Akan ada apa saja nanti? dikatakan akan ada eksibitor dari hal-hal berbau Vocaloid, pameran karya terkenal, dan yang pasti LIVE CONCERT!


Detail acaranya adalah sebagai berikut;

HATSUNE MIKU EXPO 2014 di INDONESIA
Waktu: Rabu, 28 Mei dan Kamis, 29 Mei 2014
Tempat: Jakarta Convention Center (JCC) Cendrawasih Room

Eksibisi: 28 Mei : Pembukaan (TBA)
29 Mei : Pembukaan (TBA)

Konser: 28 Mei : Pembukaan 18:30 WIB~ Dimulai: 19:30 WIB
: 29 Mei : Pembukaan 12:00 WIB~ Dimulai: 13:00 WIB
: 29 Mei : Pembukaan 18:30 WIB~ Dimulai: 19:30 WIB


Informasi lebih lanjut menyusul! Sementara itu, pantau situs resminya dan like Facebook Page-nya!